PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER PAI DI SEKOLAH DASAR
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA
BIDANG AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK
(Studi Kasus di SD Negeri Debong Kidul Kota Tegal)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peran sangat
besar dalam membangun dan mengembangkan potensi peserta didik. Dalam
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3
dinyatakan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnnya potensi peserta
didik peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Di samping itu,
pada pasal 4 ayat (4) dinyatakan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan
memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta
didik dalam proses pembelajaran. Pendidikan diharapkan dapat menyiapkan peserta
didik memiliki ketahanan diri untuk mempertahankan eksistensi, kepribadian, dan
keunggulan moralnya di tengah kemajemukan budaya dan nilai-nilai dari bangsa
lain.Agar saat memasukiera global bangsa kita mempunyai ketahanan sikap yang
kuat, maka dapat dipersiapkan dengan pendidikan.
Proses pembelajaran Pendidikan
Agama Islam di Sekolah Dasar secara umum diberikan melalui dua kegiatan yaitu intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler,
sebenarnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam dinilai telah berjalan, tetapi
pelaksanaannya masih belum optimal disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Alokasi waktu untuk
kegiatan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam kurikulum
terbatas;
2. Proses pembelajaran
Pendidikan Agama Islam di kelas perlu mendapat pengembangan potensi, dan akhlak
mulia belum sepenuhnya mempengaruhi peserta didik;
3. Guru Pendidikan Agama
Islam di sejumlah sekolah belum mendapatkan dukungan secara sistemik dalam
pembentukan akhlak mulia peserta didik;
4. Faktor lingkungan
masyarakat dan lingkungan keluarga juga sering menjadi kendala bagi
keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah;
5. Secara umum Sekolah
Dasar telah melaksanakan program ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam, namun
belum sepenuhnya menyusun program/panduan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan
yang diatur dalam Standar Pengelolaan;
6. Pelaksanaan kegiatan
ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar kurang terintegrasi
dengan kegiatan keagamaan di masyarakat;
7. Belum semua sekolah
dasar mengembangkan sistem evaluasi kegiatan ektrakurikuler Pendidikan Agama
Islam;
8. Perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi tidak sepenuhnya berdampak positif pada pembinaan
akhlak mulia peserta didik.
B. Tujuan Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar bertujuan
sebagai berikut:
1. Meningkatkan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia peserta didik.
2. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam dalam
kehidupan sehari-hari peserta didik.
3. Menumbuhkan keingintahuan peserta didik terhadap hal-hal baru dan mendorong
mereka untuk lebih bereksplorasi dalam membangun kepercayaan diri.
4. Mendorong dan membiasakan peserta didik dalam pembinaan akhlak mulia sesuai
dengan nilai-nilai ajaran agama Islam.
5. Menumbuhkembangkan potensi, minat dan bakat yang dimiliki peserta didik
berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
6. Memfasilitasi minat dan bakat peserta didik serta memberikan kesempatan
untuk berlatih dan berkarya dalam bidang keagamaan.
7. Meningkatkan kedisiplinan diri dan pemanfaatan waktu di luar jam
pembelajaran.
8. Meningkatkan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membina
kehidupan keagamaan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
9. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendayagunaan sarana prasarana
peribadatan, sumberdaya, dana, dan waktu untuk kehidupan keagamaan di sekolah.
10. Memberikan konsep dasar dan pola tindak dalam menyelenggarakan program
ekstrakurikuler yang lebih sesuai dengan tuntutan, kondisi, dan situasi
sekolah.
11. Meningkatkan peran dan fungsi guru PAI dalam mendidik peserta didiknya agar
tercapai standar kompetensi yang diharapkan.
C. Manfaat
Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang
diselenggarakan Sekolah Dasar diharapkan bermanfaat bagi peserta didik,
pengembangan kurikulum, sekolah, maupun bagi masyarakat luas. Secara terinci
manfaat kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut:
1. Bagi peserta didik:
a. Memberikan kesempatan kepada peserta didik bagipemantapan ketertarikan dan
keterikatannya terhadap nilai-nilai agama Islam.
b. Memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam melatih dan mengamalkan
nilai-nilai agama Islam yang diterima di bangku kelas.
c. Memberikan kesempatan kepada peserta didik berlatih secara praktis dalam
hal kepemimpinan, persahabatan, kerjasama, dan kemandirian
d. Membangun semangat dan mentalitas belajar dan bersekolah.
e. Memberikan ruang pengembangan diri bagi peserta didik yang berorientasi
pada pembentukan manusiaCerdas Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual,
Kinestetis dan Estetis.
f. Memberikan kesempatan bagi peserta didik berinteraksi dalam kehidupan
bermasyarakat.
g. Menumbuhkan sikap kreatif dan inovatif peserta didik dalam pengembangan
diri.
2. Bagi pengembangan kurikulum :
a. Memperkaya materi kurikulum pendidikan agama Islam di sekolah dasar.
b. Mengeksplorasi pengalaman belajar baru yang menunjang kurikulum.
3. Bagi masyarakat:
a. Membantu masyarakat dalam mewujudkan generasi berakhlak mulia.
b. Tersedianya kegiatan keagamaan di sekolah dasar yang memenuhi harapan dan
kebutuhan masyarakat.
4. Bagi sekolah :
a. Membantu promosi sekolah pada masyarakat.
b. Meningkatnya daya saing sekolah.
c. Tumbuhnya budaya sekolah yang berorientasi akhlak mulia.
d. Meningkatnya partisipasi stakeholder
dalam kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam.
D.
Hasil yang diharapkan/Output
Hasil yang diharapkan dari kegiatan
Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar adalah:
1. Peserta didik mempunyai ruang yang lebih luas untuk memberdayakan dan
mengembangkan potensi, minat serta bakat
yang dimilikinya.
2. Peserta didik mempunyai sikap disiplin, kerjasama dan kepedulian terhadap
berbagai permasalahan.
3. Meningkatnya kemampuan dan keterampilan peserta didik untuk berkreasi
sesuai dengan potensi, minat serta bakat
yang dimilikinya.
4. Diharapkan peserta didik melatih dirinya agar benar-benar mampu memerankan
dirinya dalam kehidupan sosial.
BAB II
KONSEP PENGEMBANGAN KEGIATAN
EKSTRAKURIKULER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SEKOLAH DASAR
DI SEKOLAH DASAR
A. Pengertian Ekstrakurikuler PAI
Pengertian ekstrakurikuler
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) adalah suatu kegiatan yang berada
di luar program yang tertulis di dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan
dan pembinaan peserta didik. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kepeserta didikan,
kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pembinaan peserta didik.
Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan
oleh peserta didik baik di sekolah maupun di luar sekolah, bertujuan
agar peserta didik dapat memperkaya dan memperluas diri. Memperluas diri ini
dapat dilakukan dengan memperluas wawasan pengetahuan dan mendorong pembinaan
sikap dan nilai-nilai.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan diluar mata
pelajaran yang sudah terstruktur dan terjadwal. Sedangkan pendidikan melalui
mata pelajaran yang terstruktur dan terjadwal sesuaidengan standar isi,
termasuk kegiatan intrakurikuler. Adapun
kegiatan ekstrakurikuler PAI di sekolah adalah kegiatan pembelajaran Pendidikan
Agama Islam yang dilakukan diluar jam pelajaran intrakurikuler, yang
dilaksanakan disekolah atau diluar sekolah untuk lebih memperluas pengetahuan,
wawasan, kemampuan, meningkatkan dan menerapkan nilai pengetahuan dan kemampuan
yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler yang dituangkan dalam
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Pengertian ekstrakurikuler yang terdapat
pada Peraturan Menteri Agama Nomor 16 tahun 2010 bahwa kegiatan ekstrakurikuler
adalah upaya pemantapan dan pengayaan nilai-nilai dan norma serta pengembangan
kepribadian, bakat dan minat peserta didik pendidikan agama yang dilaksanakan
di luar jam intrakurikuler dalam bentuk tatap muka atau non tatap muka.
B. Pendekatan dan Metode Pengembangan Ekstrakurikuler PAI
1. Pendekatan
Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler PAI dapat digunakan
beberapa pendekatan sebagai berikut.
a. Pendekatan Among
Yaitu pendekatan berdasar pada filsafat pendidikan bangsa yang
mengandung tiga prinsip pembimbingan, yaitu:
Ing ngarso sung tulodo, berarti
pembimbing harus mampu menjadi panutan/suri tauladan (uswatun hasanah) bagi
para peserta didik baik dari segi moral, kepemimpinan, sikap maupun
keterampilannya.
Ing madyo mangun karso, berarti
pembimbing dituntut agar senantiasa dapat menumbuhkan semangat dan motivasi di
antara para peserta didik untuk memiliki sikap hidup mandiri.
Tut wuri handayani, berarti
pembimbing turut mengarahkan dan mengayomi para peserta didik dalam suasana
yang penuh dengan kasih sayang.
b. Pendekatan Kekeluargaan dan Sosial Kemasyarakatan
Yaitu bahwa dalam kegiatan ekstrakurikuler PAI di SD diterapkan
sistem kekerabatan, kebersamaan sebagai satu keluarga besar yang saling
menunjangdengan mengembangkan kehidupan duniawi clan ukhrawi. Melalui
pendekatan ini diharapkan agar para peserta didik semakin menyadari pentingnya
saling menghargai, saling membantu (gotong royong) serta berbagi tugas dan
tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
c. Pendekatan Keterampilan Proses
Yaitu bahwa dalam penyampaian materi menekankan pada pembentukan
keterampilan pengetahuan dengan menggunakan daya fikir dan kreasi secara
efisien dan efektif untuk mencapai tujuan. Dengan pendekatan ini para peserta
didik diharapkan memiliki kemampuan mengidentifikasikan, mengklasifikasikan,
menghitung, mengukur, mengamati, mencari hubungan, menafsirkan, menyimpulkan,
menerapkan, mengkomunikasikan, dan lebih jauh lagi dapat mengekspresikan diri
ke dalam suatu karya/perilaku.
d. Pendekatan Pengalaman
Yaitu untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
melaksanakan praktik ajaran agama. Melalui pendekatan ini peserta didik
mendapatkan pengalaman keagamaan, baik secara perseorangan maupun berkelompok.
Nilai-nilai positif dari pengalaman keagamaan ini diharapkan dapat tertanam
kuat dalam dirinya.
e. Pendekatan Pembiasaan
Yaitu untuk memberikan kesempatan atau mengkondisikan kepada
peserta didik agar terbiasamengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan
sehari-hari.
f. Pendekatan Emosional
Yaitu untuk menggugah emosi peserta didik dalam meyakini, memahami
dan menghayati ajaran agama. Melalui pendekatan ini peserta didik dilatih untuk
mengembangkan perasaan keagamaan sedemikian rupa sehingga bertambah kuat
keyakinannya, baik itu terhadap kebenaran Allah dan kebenaran ajaran agama-Nya.
g. Pendekatan Rasional
Yaitu untuk memberikan peranan kepada rasio (akal) peserta didik
dalam mengetahui dan menerima kebenaran ajaran agamanya. Dengan pendekatan ini
peserta didik diberi kesempatan menggunakan akalnya dalam memahami dan menerima
kebenaran ajaran agama termasuk memahami hikmah dan fungsi ajaran agama.
Mengingat daya nalar peserta didik pada usia SD ini sudah mulai berkembang,
pendekatan rasional perlu mendapatkan porsi yang sesuai dalam pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler PAI di sekolah.
h. Pendekatan Fungsional
Yaitu untuk menyajikan ajaran agama Islam dari segi kemanfaatannya
bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini peserta
didik akan lebih meyakini dan menyadari bahwa ajaran agama Islam sangat
bermanfaat sebagai pedoman hidup dan kehidupan sehari hari.
2. Metode
Dalam proses kegiatan ekstrakurikuler PAI di SD dapat digunakan
berbagai metode yang mendukung penguatan mental agama, proses pemahaman diri,
penghayatan, pelatihan, internalisasi dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari
peserta.
Untuk memilih metode yang tepat seorang pembimbing hendaklah
memperhatikan tujuan yang ingin dicapai, karakteristik materi, kondisi peserta
didik, sarana dan prasarana, waktu yang tersedia serta kondisikondisi lainnya.
Beberapa alternatif metode yang dapat digunakan dalam proses
kegiatan ekstrakurikuler PAI pada jenjang SD adalah sebagai berikut.
a.
Metode Ceramah
Metode ceramah adalah suatu cara mengajar atau penyajian materi
melalui penuturan dan penerapan lisan oleh pembimbing kepada peserta agar
peserta aktif dalam proses belajar mengajar. Melalui metode ini peserta dilatih
untuk memahami sesuatu dengan cara menyimak atau merekam secara sistematis.
Metode ceramah akan lebih bermanfaat dalam kegiatan ekstrakurikuler
PAI apabila digunakan pembimbing secara langsung untuk menanamkan pemahaman
materi atau materi lainnya yang langsung dapat diserap dan dapat dipraktikkan
peserta.
b.
Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab dapat dikembangkan untuk terjadinya komunikasi
timbal balik antara peserta dengan pembimbing dan memperluas cakrawala berfikir
atas berbagai persoalan yang berkembang. Melalui tanya jawab, akan dapat
dikurangi kesan adanya pemaksaan konsep materi. Selain itu peserta didik akan
dapat menanyakan hal-hal yang belum jelas.
Metode tanya jawab akan menjadi lebih efektif apabila:
1) Materinya menarik dan menantang, serta memiliki nilai aplikasi tinggi.
2) Pertanyaan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang
jawabannya hanya ada satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan yang
mempunyai banyak kemungkinan jawaban).
3) Jawabanpertanyaanitu diperoleh dari penyempurnaan jawaban peserta didik.
4) Dilakukan dengan teknik yang baik.
c.
Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penyampaian materi melalui pengajuan
suatu topik yang kemudian dibahas bersama-sama. Melalui metode ini, peserta
didik dituntut untuk berpikir kritis dan mempunyai kesempatan untuk
mengungkapkan gagasannya secara terbuka.
Diskusi dapat dilakukan secara kelompok atau klasikal. Suatu diskusi
dinilai menunjang keaktifan peserta bila melibatkan semua anggota diskusi;
contoh tentang wudhu dan salat, akhlak terhadap orang tua atau sesama teman,
dan sebagainya.
d.
Metode Cerita
Metode cerita dianggap efektif untuk pewarisan nilai kebenaran dan
keteladanan tokohtokoh Islam dan perjuangannya kepada para peserta didik,
contoh: kisah Nabi Muhammad sebelum dan sesudah menjadi rasul, serta kisah Nabi
dan Rasul lainnya, kisah para sahabat Nabi, kisah para penegak agama Islam, dan
sebagainya.
Di samping itu metode ini sangat bermanfaat, antara lain:
1) Untuk membina dan mengembangkan kemampuan (daya) fantasi peserta.
2) Pelajaran dapat dihidangkan dengan lebih menarik.
3) Untuk mendidik para pesert menjadi pendengar yang baik.
4) Ada kepuasan batiniah bagi peserta.
e.
Metode Sosiodrama
Peserta didik dapat dilatih melakukan suatu aktivitas sosial
melalui metode sosiodrama. Masingmasing peserta didik diberi peranan untuk
menghayati materi yang sedang dipelajari, seperti: peranan sebagai kiyai/ulama,
orang tua, anak dan lain-lain.
f.
Metode Demonstrasi
Agak berbeda dengan bermain peran, pada metode demonstrasi peserta
diminta untuk melakukan suatu kegiatan peragaan/praktik, seperti: tata cara
berwudhu, salat, memakai mukena, memakai kerudung/busana muslim, manasik haji,
dan sebagainya.
Metodedemonstrasiakanmenunjang pembelajaran aktif apabila
demontrasi dilakukan oleh peserta atau sekelompok peserta, dan pembimbing hanya
memberikan pembetulan dan pengarahan hasil peragaan yang dilakukan peserta.
g.
Metode Latihan (Drill)
Metode Latihan adalah suatu cara penyajian materi atau kegiatan
yang dilakukan dengan cara berulang-ulang dan bersungguh-sungguh dengan tujuan
untuk memperkuat dan menyempurnakan suatu kegiatan atau keterampilan agar
peserta didik terbiasa melakukannya.
Latihan pembiasaan hidup keseharian dengan berlandaskan agama
adalah hal utama dan perlu; seperti pembiasaan menqucapkan salam, pembiasaan
ibadah salat (wajib dan sunah), mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah,
berperilaku akhlakul karimah dan sebagainya.
Keteladanan pembimbing dalam kegiatan ekstrakurikuler PAI sangat
efektif untuk pembiasaan hidup beragama dan pembentukan perilaku bagi peserta,
karena sebagian besar peserta didik pada usia SD masih suka meniru perilaku
orang yang dianggap panutan dan biasa dilihat di lingkungan sekitarnya.
h.
Metode Kunjungan Lapangan/Karyawisata
Kunjunganlapanganataukaryawisataadalah kegiatan pendidikan yang
realistik dan berguna untuk memperoleh pengalaman langsung masalah-masalah yang
terdapat di lingkungan sekitar. Peserta didik akan sangat senang jika diajak
untuk mengamati suatu obyekter tentu di masyarakat, seperti: pesantren, rumah
sakit, panti yatim piatu, panti jompo, Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC),
masjid yang bersejarah, atau tempat lainnya.
i.
Metode Pemberian Tugas
Penugasan kepada peserta akan dapat menambah keterampilan dan
kemampuan praktis atas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengamalan
nilai agama, seperti membuat laporan hasil kunjungan/silaturahmi atau
tugas-tugas lainnya.
C. Ruang Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler PAI
Kegiatan ekstrakurikuler bidang keagamaan pada
sekolah dasar, mencakup:
1.
Interaksi
dengan Kitab Suci al-Qur’an
Interaksi dengan kitab suci al-Qur’an merupakan proses bimbingan
pengenalan, pemahaman, dan pengamalan isi al-Qur’an. Interaksi dengan kitab
suci al-Qur’an dilakukan dalam rangka peningkatan kecintaan dan pengamalan
kitab suci al-Qur’an itu sendiri.
2.
Ibadah
Kegiatan ibadah merupakan kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan oleh
peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan bimbingan ibadah diharapkan
dapat meningkatkan penghayatan pelaksanaan ibadah kepada Allah Swt.
3.
Pembiasaan
Akhlak Mulia
Pembiasaan akhlak mulia merupakan proses pembinaan dan latihan pengamalan
nilai-nilai keagamaan secara rutin. Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta
didik berperilaku sesuai dengan ajaran agama Islam.
4.
Kegiatan
Sosial/Aksi Sosial
Kegiatan sosial adalah pengembangan rasa simpati dan empati peserta didik
melalui aksi-aksi nyata di lingkungannya. Kegiatan ini mengarahkan peserta
didik untuk memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.
5.
Penanaman Nilai
Sejarah Keagamaan
Penanaman nilai sejarah keagamaan merupakan upaya menggali nilai-nilai
sejarah keagamaan. Kegiatan ini membimbing
peserta didik dalam mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa
bersejarah, meneladani pelaku sejarah keagamaan, mengaitkannya dengan
fenomena-fenomena sosial.
D. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler PAI di SD
1.
Pembiasaan Akhlak Mulia (SALAM)
Pembiasaan adalah kegiatan ekstrakurikuler PAI yang dilakukan untuk
pengembangan karakter (character building) keagamaan peserta didik pada
tingkat SD, melalui penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keseharian.
Melalui kegiatan penibiasaan, diharapkan peserta didik memiliki karakter dan
prilaku keseharian di sekolah, di rumah, dan di masyarakt senantiasa
merefleksikan nilai-nilai dan norma ajaran agama Islam yang terpuji.
Beberapa kegiatan pembiasaan terpuji yang dapat dilakukan di
sekolah, di rumah dan di masyarakat, antara lain: salat berjamaah, salat duha,
tadarusan, baca do'a pada awal dan akhir pelajaran atau melakukan suatu
pekerjaan, mengucapkan dan menjawab salam, menjaga kebersihan, menjaga
kesehatan, berperilaku jujur, adil, memanfaatkan waktu luang untuk kebaikan,
tolong menolong dan hormat antar sesama. Sekolah harus menciptakan budaya
agamis, mulai dari penampilan profit fisik sekolah sampai kepada situasi kehidupan
antar sesama guru, sesama murid, guru dengan murid, dengan pegawai, juga dengan
lingkungan.
2.
Bina MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami)
Bina Mata Pelajaran dan Seni Islami adalah
suatu ajang kompetensi peserta didik yang digagas oleh Kelompok Kerja Guru
Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat
Propinsi Jawa Tengah. Jenis ketrampilan yang dilombakan dibagi dalam dua
kategori yaitu :
a. Lomba Bidang Mapel PAI terdiri dari :
1) Lomba Pengetahuan PAI
2) Lomba Pengetahuan BTQ
3) Lomba Ketrampilan Gerakan Bacaan Salat
4) Lomba Ketrampilan Teknologi Informasi Islami
5) Lomba Cerdas Cermat Terpadu Mapel PAI dan Mapel Umum
6) Lomba Kewirausahaan Islami
7) Lomba Ketrampilan Azan dan Iqamah
b.
Lomba Bidang Seni terdiri dari :
1)
Lomba Seni Musik dan Irama Rebana
2)
Lomba Seni Khat dan Kaligrafi
3)
Lomba Seni Tilawah Quran dan Hifzil Quran
4)
Lomba Cipta Teks
dan Seni Khitobah
5)
Lomba Cipta Teks dan Seni Bercerita Islami
6)
Lomba Mocopat Islami
3.
Pekan Keterampilan dan Seni PAI (PENTAS PAI)
Pekan Keterampilan dan Seni PAI (PENTAS PAI) SD adalah wahana
kompetisi peserta didik dalam berbagai jenis keterampilan agama yang
diselenggarakan mulai tingkat sekolah, gugus, kecamatan kabupaten/ kota,
propinsi sampai dengan tingkat nasional. Jenis keterampilan yang dapat
dilombakan antara lain: Musabaqah Tilawatil Qur'an, kaligrafi, hafalan surat
pendek, pidato, cerdas cermat, hafalan do'a, menjadi imam, adzan, baca sajak,
puisi, lomba mengarang, kesenian Islam dan lain-lain.
Kegiatan Pentas PAI, selain dapat berfungsi sebagai salah satu
tolok ukur kompetensi dan prestasi peserta didik dibidang PAI dan wahana syiar
Islam, juga untuk memotivasi peserta didik agar lebih bergairah mempelajari,
memahami, mencintai dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama Islam.
4.
Pesantren Kilat (SANLAT)
Pesantren kilat adalah kegiatan pesantren yang dilaksanakan pada
scat liburan sekolah, dengan waktu yang relatif singkat di bulan Ramadan atau
di luar Ramadan. Pesantren Kilat disebut juga Pesantren Ramadan apabila
dilaksanakan pada bulan Ramadan. Rentang waktu pelaksanaan Sanlat bisa 3, 5, 7
hari, atau lebih disesuaikan dengan kebutuhan.
Presiden RI dalam sambutan pencanangan pekan nasional
penyelenggaraan Pesantren Kilat tahun 1996 tanggal 14 Juni 1996 di Istana
Negara menyampaikan bahwa: Pesantren Kilat adalah penting dan strategis agar
peserta didik memahami, lebih menghayati, dan makin banyak mengamalkan ajaran
Islam yang mereka anut. Juga kelak mereka menjadi insan yang beriman dan
bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
5.
Ibadah Ramadan (IRAMA)
Kegiatan Ibadah Ramadan (Irama) adalah salah satu kegiatan
ekstrakurikuler PAI SD yang dilakukan selama bulan suci Ramadan, dengan durasi
waktu mulai malam pertama salat tarawih sampai dengan kegiatan halal bi halal
(bersalam-salaman saling maafmaafan) yang dilaksanakan dalam nuansa perayaan
hari raya Iedul Fitri.
Kegiatan ibadah bulan suci Ramadan antara lain meliputi: salat
wajib, salat tarawih, salat sunat lainnya, tadarrus, buka bersama, sanlat,
zakat fitrah, santunan anak yatim, mendengarkan ceramah di masjid, mushalla di
televisi dan lain sebagainya sampai dengan kegiatan halal bi halal.
Melalui kegiatan Ibadah Ramadan bagi peserta didik tingkat SD,
diharapkan para peserta didik lebih memahami, menghayati dan makin banyak
mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam. Kegiatan ibadah Ramadan juga menjadi
wahana bagi pembinaan watak, moral dan mental spiritual peserta didik sekolah,
yang dapat membantu mewujudkan tercapainya tujuan penyelenggaraan PAI. Untuk
teknis pelaksanaannya, bisa menggunakan buku panduan pelaksanaan ibadah
Ramadan, yang dibuat oleh sekolah, KKG-PAI, Kanmenag atau Kanwil Kemenag
Provinsi.
6.
Tuntas Baca Tulis Al-Qur'an (TBTQ)
Tuntas Baca Tulis Al-Qur'an (TBTQ)salah satu kegiatan ekstrakurikuler
PAI-SD yang wajib diselenggarakan dalam rangka memberikan kemampuan membaca dan
menulis al-Qur'an dengan baik dan benar. Kemampuan membaca dan menulis
al-Qur'an merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang
yang beragama Islam, karena akan berfungsi sebagai alat untuk mengetahui,
memahami, menghafal, dan mempelajari agama Islam baik yang bersumber dari
al-Qur'an maupun Hadits. Karena itu, belajar membaca dan menulis al-Qur'an
perlu diselenggarakan secara khusus, di samping pembelajaran intrakurikuler,
sehingga diharapkan peserta didik yang lulus dari sekolah tidak buta membaca
dan menulis al-Qur'an. Setiap peserta yang telah selesai dan lulus dari jenjang
pendidikannya, diharapkan selain memperoleh ijazah dan tanda lulus, juga
memperoleh Sertifikat TBTQ.
Pelaksanaan kegiatan TBTQ antara lain bisa ditempuh melalui cara:
1. Orang tua peserta didik mewajibkan anaknya mengaji di rumah, privat
al-Qur'an atau mengaji di Madrasah Diniyah.
2. Guru PAI mengadakan program khusus belajar membaca dan menulis al-Qur'an di
sekolah, di luar jam pelajaran dengan metode yang tepat.
3. Sekolah melalui guru PAI mengadakan program khataman, dengan mengadakan
acara khusus (upacara) di sekolah bagi peserta yang telah khatamdengan bacaan
yang baik dan benar sekaligus pemberian Sertifikat TBTQ.
7.
Wisata Rohani (WISROH)
Wisata Rohani adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler PAI SD
daiam bentuk out bound yang ditujukan sebagai wahana hiburan yang
menyenangkan sekaligus memperoleh pengetahuan dan pengalaman religius yang
bermanfaat. Dengan mengacu kepada pendekatan dan prinsip belajar aktif dan
menyenangkan, perlu diadakan kegiatan wisata rohani bagi peserta didik pada
tingkat SD untuk sekaligus menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan
pengamalan keagamaan. Kegiatan wisata rohani, pada gilirannya diharapkan juga
dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
8.
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
Kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) adalah kegiatan
memperingati Hari Besar Islam, dengan maksud syiar Islam sekaligus menggali
arti dan makna dari suatu Hari Besar Islam. Hari Besar Islam yang dimaksud,
antara lain; Maulid Nabi, Isra Mi'raj, Nuzulul Qur'an, dan Tahun Baru Islam
atau bulan Muharram, Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Agar kegiatan PHBI memiliki makna pembelajaran bagi peserta didik,
maka pelaksanaan peringatan hari-hari besar Islam secara teknis sebaiknya
dikelola oleh peserta didik dibawah bimbingan guru PAI, sedangkan penanggung
jawabnya adalah Kepala sekolah. Dalam memperingati PHBI selain mengundang nara
sumber yang berkompeten, sebaiknya menampilkan kegiatan kegiatan peserta didik
di bidang keterampilan PAI, seperti MC, pidato, baca Qur'an dan tarjamahnya,
baca do'a, dan kesenian Islam.
9.
Kegiatan Praktik Ibadah
Praktik ibadah merupakan implementasi
yang merupakan bagian dari proses penyerahan diri kepada Allah Swt melalui
upaya pembiasaan keterampilan meningkatkan kualitas peserta didik dalam
melaksanakan komitmen terhadap ajaran Islam. Praktik ibadah yang bisa
dilaksanakan di sekolah dasar diantaranya praktik berwudu, praktik tayamum,
praktik salat, praktik memandikan, mengafani, menyalatkan, menguburkan jenazah,
praktik zakat, praktik haji dan umrah, praktik muamalah dan lainnya.

No comments:
Post a Comment