PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
THINK
PAIR SHARE DIPADUKAN DENGAN MAKE A MATCH
SURAH AL-KAFIRUN PADA PESERTA DIDIK KELAS VI B
SD NEGERI DEBONG KIDUL KOTA TEGAL
SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Abstrak : Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah bagaimana proses pembelajaran, perubahan perilaku dan hasil belajar
materi Al-Quran Surah Al-Kafirun
menggunakan model pembelajaran
kooperatif Think Pair Share dipadukan dengan Make A Match. Hasil penelitian menunjukkan proses
pembelajaran dan perubahan perilaku meningkat ke arah positif. Ketuntasan
belajar aspek pengetahuan meningkat menjadi 69,44% pada siklus I dan 83,33%
pada siklus kedua. Ketuntasan belajar aspek ketrampilan meningkat menjadi
72,22% pada siklus I dan 77,78% pada siklus kedua.
Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, think pair share, make a match, Surah Al-Kafirun
PENDAHULUAN
Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar
merupakan salah satu aspek mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam. Diantara materi Al-Qur’an yang
dipelajari anak di usia SD kelas VI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti kurikulum 2013 adalah materi Al-Qur’an Surah Al-Kafirun yang menekankan pada kemampuan
membaca, menulis, dan mengartikan surat-surat pendek. Berdasarkan pengalaman
peneliti selama mengajar di SD Negeri Debong Kidul peserta didik merasa
kesulitan memahami kompetensi materi Al-Qur’an. Hal itu dirasakan peneliti saat
mengajar di kelas VI B SD Negeri Debong Kidul Kota Tegal Semester I Tahun
Pelajaran 2015/2016 materi Quran Surah Al-Kafirun.
Pada saat pembelajaran berlangsung peserta
didik kurang memperhatikan penjelasan guru, bersikap masa bodoh, kurang
memiliki motivasi untuk mengikuti pelajaran, dan tampak tidak memahami materi.
Guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi dan
kondisi peserta didik. Kondisi ini
menyebabkan hasil belajar peserta didik dalam memahami kompetensi materi Al-Qur’an
Surah Al-Kafirun masih sangat rendah dibuktikan dengan nilai tes rata-rata
aspek pengetahuan hanya sebesar 62,08 di bawah KKM sebesar 75. Ketuntasan
belajar aspek pengetahuan baru mencapai 30,58%. Ketuntasan kemampuan membaca
Surah Al-kafirun sebesar 73,64%,
ketuntasan kemampuan menulis Surah Al-kafirun hanya sebesar 69,44% masih kurang
dari harapan sebesar 75%..
Model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi
kesulitan belajar tersebut, menurut peneliti adalah model pembelajaran
kooperatif Think Pair Share yang dipadukan dengan Make A
Match. Penggabungan kedua model pembelajaran kooperatif ini perlu dilakukan
untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, mengurangi tingkat
kejenuhan dan mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses
pembelajaran yang akhirnya dapat
meningkatkan pemahaman kompetensi materi Al-Quran Surah Al-Kafirun. Oleh karena itu
dilakukan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair
Share dipadukan dengan Make A Match Untuk Meningkatkan
Kompetensi Materi Al-Quran Surah
Al-Kafirun Pada Peserta Didik Kelas VI B SD Negeri Debong
Kidul Kota Tegal Semester I Tahun
Pelajaran 2015/2016”
Rumusan masalah dalam penelitian ini : 1) Bagaimana peningkatan proses pembelajaran
setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match 2) Bagaimana
perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap sosial setelah menggunakan model
pembelajaran kooperatif Think
Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match 3) Bagaimana peningkatan hasil belajar aspek pengetahuan materi
Al-Qur’an Surah
Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match 4)
Bagaimana peningkatan hasil belajar aspek ketrampilan membaca dan
menulis Al-Qur’an Surah Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match.
Adapaun tujuan penelitian ini untuk 1) mendeskripsikan
peningkatan proses pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran
kooperatif Think Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match 2) mendeskripsikan
perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap sosial setelah menggunakan model
pembelajaran kooperatif Think
Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match 3)
mendeskripsikan peningkatan hasil belajar aspek pengetahuan materi Al-Qur’an
Surah Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match 4)
mendeskripsikan peningkatan hasil belajar aspek ketrampilan membaca dan
menulis Al-Qur’an Surah Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat
untuk membantu guru memperbaiki metode pembelajaran khususnya bagi guru PAI,
membantu peserta didik dalam memahami materi yang akan berdampak pada
peningkatan hasil belajar sehingga meningkatkan mutu pendidikan di satuan
pendidikan masing-masing.
LANDASAN TEORITIS
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif menurut Slavin
(1984) sebagaimana dikutip Etin Solihatin dan Raharjo (2009:4) adalah suatu
model pembelajaran dimana peserta didik belajar dan bekerja dalam
kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4
sampai 6 orang, dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Keberhasilan
belajar dari kelompok tergantung pada kemampuan dan aktivitas kelompok, baik
secara individual maupun secara kelompok
Agus Suprijono
(2010:54-55) mendefinisikan pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih
luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih
dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran
kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan
pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang
dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud.
Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir tugas.
Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran yang menekankan
pada kerja sama peserta didik dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, dimana
sebagian besar aktifitas belajar berpusat pada peserta didik, guru sebagai fasilitator memberikan penguatan
terhadap hasil kerja kelompok.
Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share
Warsono (2012: 202) mendefinisikan
model pembelajaran kooperatif Think Pair Share berarti berfikir-berpasangan-berbagi semula
dikembangkan oleh Frank Lyman, juga oleh Spencer Kagan bersama Jack Hassard.
Menurut Isjoni (2010: 78) menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif Think
Pair Share memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja
sama dengan orang lain. Keunggulan teknik ini adalah optimalisasi partisipasi
siswa, yaitu memberi kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk dikenali dan
menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain.
Langkah-Langkah
Metode Think-Pair-Share sebagai berikut :1) Thinking (berfikir) ; guru mengajukan
suatu pertanyaan atau permasalahan yang dikaitkan dengan materi peserta didik memikirkan
jawabannya secara mandiri, 2) Pairing
(Berpasangan) ; guru meminta
peserta didik untuk berpasangan menyampaikan ide atau gagasannya atas permasalahan
yang ada, 3) Sharing (berbagi) secara kelompok peserta didik
mempresentasikan hasil diskusi kepada kelompok lain.
Model Pembelajaran Kooperatif Make A Macth
Make A Match menurut Ridwan Abdullah (2014:196) merupakan metode pembelajaran
mencari pasangan yang dilakukan oleh dua orang anggota. Masing-masing anggota
kelompok tidak diketahui sebelumnya, tetapi dicari berdasarkan persamaan
pasangan soal dan jawaban. Peserta didik yang mendapat soal mencari peserta
didik yang mendapat jawaban yang cocok, demikian pula sebaiknya. Metode ini
dapat digunakan untuk membangkitkan aktivitas peserta didik belajar dan cocok
digunakan dalam permainan.
Metode
pembelajaran Make A Match atau mencari pasangan merupakan
salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil
belajar siswa. Model Make A Match ini sangat efektif
membantu siswa dalam memahami materi melalui permainan mencari kartu
jawaban dan pertanyaan, sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang
menyenangkan.
Langkah-langkah metode Make
A Match menurut Ridwan
Abdullah (2014:196) sebagai berikut : 1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang
telah dibahas sebelumnya. Kartu yang dibuat terdiri dari dua bagian, yakni
kartu soal dan kartu jawaban, 2) Setiap peserta didik mendapat satu buah kartu,
ada yang memperoleh kartu soal dan ada yang memperoleh kartu jawaban, 3) Peserta didik
yang memperoleh kartu soal memikirkan jawaban dari kartu yang dipegang,
sedangkan yang memperoleh kartu jawaban memikirkan soal yang relevan, 4) Peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan
kartunya, 5) Guru memberikan penghargaan pada kelompok-kelompok yang memiliki
nilai tinggi.
Hasil Belajar
Menurut Nana Sudjana
(2010:22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik
setelah menerima pengalaman belajarnya.
Jadi, hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan dan perubahan sikap
atau tingkah laku yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran melalui
kegiatan belajar yang ditunjukkan dengan tes atau nilai yang diberikan oleh
guru.
Sejalan dengan
pengertian di atas Dimyati dan Mudjiono (2010:3) menambahkan bahwa hasil
belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak
mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil
belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan
puncak proses belajar.
Kerangka Berfikir
Pembelajaran PAI pada materi Al-Quran Surah Al-Kafirun di SD
Negeri Debong Kidul dilakukan dengan metode ceramah biasa dan langsung
mengerjakan soal di LKS. Pembelajaran belum menggunakan model pembelajaran yang
menarik bagi siswa yang menyebabkan hasil belajar sangat rendah. Penerapan
model pembelajaran kooperatif Think
Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match dapat merangsang keingintahuan peserta
didik memahami materi. Diharapkan peserta didik dapat tertarik dan tidak cepat
bosan. Dengan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran maka materi
akan mudah dipahami. Hal ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya hasil
belajar peserta didik baik aspek pengetahuan maupun ketrampilan.
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berfikir diatas,
maka hipotesis tindakannya adalah melalui penerapan model pembelajaran
kooperatif Think Pair Share yang
dipadukan dengan Make A Match dapat meningkatkan sikap, pengetahuan
dan ketrampilan materi Al-Qur’an Surah Al-Kafirun pada peserta didik kelas VI B
SD Negeri Debong Kidul Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
dilaksanakan di SD Negeri Debong Kidul Kota Tegal selama tiga bulan. Dengan
rincian kegiatan dimulai dari persiapan penyusunan proposal tanggal 1 – 31 Juli
2015, Penyusunan instrumen tanggal 1 - 15 Agustus 2015, Pra Siklus 13 Agustus
2015, Pelaksanaan Siklus I tanggal 20 Agustus 2015, 27 Agustus 2015 dan 3
September 2015. Pelaksanaan siklus II tanggal 12, 17, 23 September 2015.
Subyek penelitian
adalah peserta didik kelas VI B SD
Negeri Debong Kidul Kota Tegal, semester I tahun pelajaran 2015/2016 dengan
jumlah peserta didik 36 orang.
Prosedur Peneltian
Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian
ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap
yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi..
Pada
siklus I, tahap perencanaan meliputi menyiapkan materi, RPP, media pembelajaran
berupa kartu soal dan kartu jawaban, instrumen, lembar penilian dan
kriterianya. Tahap tindakan yaitu melaksanakan proses pembelajaran materi Al-Qur’an Surah Al-Kafirun menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share yang dipadukan dengan
Make A Match. Tahap pengamatan yaitu melakukan
pengamatan untuk memperoleh data tentang segala peristiwa yang berhubungan
dengan pembelajaran maupun perilaku peserta didik. Tahap refleksi bertujuan
untuk mengetahui kekurangan dan kendala yang dihadapi berdasarkan temuan yang
ada selama proses pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi materi Qur’an
Surah Al-Kafirun.
Pada siklus II,
perencanaan adalah menyempurnakan dari perencanaan siklus I yang meliputi
menyiapkan materi, RPP, media pembelajaran berupa kartu soal dan kartu jawaban,
instrumen, lembar penilian dan kriterianya. Tahap tindakan pada siklus II
sesuai dengan rencana yang disiapkan untuk memperbaiki tindakan sebelumnya.
Tindakan pada siklus II tetap menggunakan model pembelajaran yang sama dengan
sub materi yang berbeda dengan siklus I terdiri dari tiga pertemuan. Tahap pengamatan
untuk mengetahui segala peristiwa yang berhubungan dengan peningkatan proses
pembelajaran maupun perubahan perilaku peserta didik dari siklus I. Tahap
refleksi dilakukan untuk menganalisis hasil tes kompetensi materi Qur’an Surah
Al-Kafirun dan hasil nontes yang dilakukan pada siklus II.
Teknik pengumpulan
data yang digunakan berbentuk tes dan non tes. Teknis tes digunakan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam memahami kompetensi materi
Qur’an Surah Al-Kafirun. Teknis tes menggunakan tes tertulis dan unjuk kerja. Sedangkan
non tes berupa lembar observasi, lembar jurnal, lembar wawancara dan lembar
dokumentasi foto yang digunakan untuk mengungkapkan peningkatan proses
pembelajaran dan perubahan perilaku peserta didik. Analisis data dalam
penelitian ini disajikan dalam bentuk kualitatif dengan metode pemaparan secara
deskriptif komparatif, yaitu mendeskripsikan semua temuan dalam penelitian
disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisa secara sederhana dengan
skala prosentase.
Indikator Keberhasilan
Indikator kinerja
penelitian ini adalah: 1) adanya peningkatan perolehan nilai rata-rata kelas
minimal rata-rata 75,00. 2) ketuntasan minimal (KKM) dari yang lulus KKM 75
sebanyak 75%, 3) tingkat keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran
minimal mencapai 75%.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian Siklus I
Peningkatan Proses Pembelajaran
Peningkatan proses
pembelajaran siklus I yang dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran
kooperatif Think-Pair-Share
dipadukan dengan Make A Macth belum menunjukkan hasil yang baik. Hal ini
terlihat dari masih ada beberapa peserta didik yang belum siap mengikuti
pembelajaran, ngobrol dengan teman sebangku, saat diskusi beberapa peserta
didik hanya menonton tanpa melibatkan diri secara aktif, ketika memberikan
tanggapan menunggu perintah dari guru. Hal ini dibuktikan dengan data hasil
pengamatan proses pembelajaran siklus I menunjukkan aspek minat dan antusias
peserta didik sebesar 58,33%, aspek kekondusifan penjelasan guru dalam proses
pembelajaran sebesar
59,72%, aspek intensifnya Keintesifan pelaksanaan diskusi kelompok didampingi guru sebesar 63,19%, aspek kekondusifan peserta didik saat presentasi dan menanggapi hasil diskusi sebesar 54,17% dan aspek terbangunnya suasana reflektif sebesar 69,44%. Skor rata-rata
aspek dalam proses pembelajaran sebesar 60,97% termasuk kategori cukup.
Perubahan Perilaku Sikap Spiritual Dan
Sikap Sosial
Perilaku sikap spiritual
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap spiritual pada silus
I berdasar data pengamatan menunjukkan ketuntasan sebesar 63% dengan perincian jumlah
peserta didik yang mendapat nilai baik untuk sikap berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu kegiatan sebesar
sebanyak 72%, sikap bersyukur atas nikmat
dan karunia Tuhan Yang Maha Esa sebesar 72%, sikap menjalankan ibadah tepat waktu sebesar 42%, sikap menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya sebesar
64%.
Perilaku Sikap Sosial
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap sosial pada siklus I
berdasar data pengamatan menunjukkan ketuntasan
sebesar 88% dengan perincian jumlah peserta didik yang mendapat nilai baik
untuk sikap jujur sebesar 83%, sikap disiplin sebesar 94%, sikap tanggung jawab sebesar
94%, sikap percaya diri sebesar 81%.
Peningkatan
Hasil Belajar Aspek Pengetahuan
Hasil belajar aspek
pengetahuan materi Al-Quran Surah Al-Kafirun nilai rata-rata sebesar 75,28 dengan nilai terendah 40 dan tertinggi
adalah 80. Sebanyak 11 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan 21 peserta
didik berhasil mencapai KKM. Ketuntasan
klasikal siklus I untuk aspek pengetahuan adalah 69,44%.
Peningkatan
Hasil Belajar Aspek Ketrampilan
Ketrampilan Membaca dan Menulis Al-Qur’an Surah Al-Kafirun
Ketuntasan hasil
belajar siklus I aspek ketrampilan menunjukkan rata-rata klasikal sebesar 77,08 dengan nilai terendah 60 dan
tertinggi adalah 90. Sebanyak 10 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan
26 peserta didik berhasil mencapai KKM.
Ketuntasan klasikal siklus I untuk aspek ketrampilan adalah 77,22%
Hasil penelitian Siklus II
Peningkatan Proses Pembelajaran Siklus II
Peningkatan
proses pembelajaran siklus II yang dilakukan dengan menggunakan metode
pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share
dipadukan dengan Make A Macth sudah menunjukkan hasil yang sangat baik. Hal
ini karena peneliti sudah melakukan perbaikan proses pembelajaran pada siklus
II diantaranya memberikan reward bintang bagi peserta didik atau
kelompok yang terlibat aktif mengikuti pembelajaran, menyiapkan psikologis
peserta didik sebelum pembelajaran dan menyiapkan sarana prasarana yang
mendukung.
Berdasar hasil
pengamatan diperoleh data peningkatan proses pembelajaran untuk aspek keantusiasan dan minat peserta didik mengikuti pembelajaran sebesar 87.50%, aspek Kekondusifan penjelasan guru dalam proses
pembelajaran sebesar 86.80%, aspek keintesifan pelaksanaan diskusi kelompok didampingi guru sebesar 86.81%, aspek kekondusifan peserta didik saat presentasi
dan menanggapi hasil diskusi sebesar 86,81% dan aspek terbangunnya suasana reflektif sebesar
83.33%.. Skor rata-rata peningkatan dalam proses pembelajaran adalah 86,25%
masuk kategori sangat baik.
Perubahan perilaku sikap spiritual dan
sikap sosial.
Sikap Spiritual
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap spiritual pada siklus
II berdasarkan data pengamatan menunjukkan peningkatan ke arah positif. Ketuntasan
sikap spiritual naik dari siklus I sebesar 63% menjadi 99% pada siklus II,
dengan perincian jumlah peserta didik yang mendapat nilai baik untuk sikap Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu kegiatan sebesar
sebanyak 36 orang atau 100%, sikap bersyukur atas nikmat
dan karunia Tuhan Yang Maha Esa sebanyak 36 orang atau 100%, sikap menjalankan ibadah
tepat waktu sebanyak 34 orang atau 94%, sikap menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya sebanyak
36 atau 100%.
Sikap Sosial
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap sosial pada siklus
II berdasarkan data pengamatan menunjukkan peningkatan ke arah positif. Ketuntasan
sikap sosial naik dari siklus I sebesar 88% menjadi 100% pada siklus II.
Peningkatan pada semua aspek sikap sosial yaitu sikap jujur, sikap disiplin, sikap tanggung jawab dan sikap percaya diri.
Peningkatan
Hasil Belajar Aspek Pengetahuan
Nilai rata-rata
hasil belajar siklus II aspek pengetahuan adalah 88,64 dengan nilai terendah 50
dan tertinggi adalah 80. Sebanyak 6 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM
dan 30 peserta didik berhasil mencapai KKM.
Ketuntasan klasikal siklus II untuk aspek pengetahuan adalah 83,33%.
Peningkatan
Hasil Belajar Aspek Ketrampilan
Ketrampilan
Membaca Al-Qur’an Surah Al-Kafirun
Ketuntasan hasil
belajar siklus II aspek ketrampilan membaca menunjukkan rata-rata hasil belajar
klasikal adalah 81,75 dengan nilai terendah
65 dan tertinggi adalah 90. Sebanyak 8 peserta didik mendapat nilai di bawah
KKM dan 28 peserta didik berhasil mencapai KKM.
Ketuntasan klasikal siklus II
untuk aspek ketrampilan membaca
adalah 77,78%
Ketrampilan
Menulis Al-Qur’an Surah Al-Kafirun
Ketuntasan hasil
belajar siklus II aspek ketrampilan menulis menunjukkan rata-rata hasil belajar
klasikal adalah 77,47 dengan nilai
terendah 60 dan tertinggi adalah 90. Sebanyak 8 peserta didik mendapat nilai di
bawah KKM dan 28 peserta didik berhasil mencapai KKM. Ketuntasan klasikal prasiklu untuk aspek
ketrampilan menulis adalah 77,78%
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Peningkatan Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran
siklus I dan siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini
ditunjukkan dengan rata-rata pencapaian aspek pada proses pembelajaran ini naik
22,50% dari 60,97% pada siklus I menjadi 83,47% pada siklus II dan masuk kategori
baik. Peningkatan terjadi pada semua aspek proses pembelajaran.
Tabel 1
Peningkatan Proses
Pembelajaran Siklus I dan Siklus II
NO
|
Aspek
|
Siklus I (%)
|
Siklus II (%)
|
Peningkatan
|
|
1
|
Keantusiasan dan minat Peserta
didik mengikuti pembelajaran
|
58,33%
|
87,50%
|
29,17%
|
|
2
|
Kekondusifan penjelasan guru dalam proses
pembelajaran
|
59,72%
|
86,80%
|
27,08%
|
|
3
|
Keintensifan pelaksanaan diskusi kelompok
didampingi guru
|
63,19%
|
86,81%
|
23,61%
|
|
4
|
Kondusifan peserta didik saat
presentasi dan menanggapi hasil
diskusi
|
54,17%
|
86,81%
|
32,64%
|
|
5
|
Terbangunnya suasana reflektif
|
69,44%
|
83,33%
|
13,89%
|
|
Rata-Rata
|
60,97%
|
86,25%
|
25,28%
|
||
Keterangan :
Sangat baik :
86% - 100%
Baik :
71% - 85%
Cukup :
56% - 70%
Perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap
sosialSikap Spiritual
Perubahan perilaku
sikap spiritual mengalami peningkatan ke arah positif. Ketuntasan sikap
spiritual naik sebesar 36% dari siklus I sebesar 63% meningkat menjadi 99% pada
siklus II. Peningkatan ini terjadi hampir disemua aspek sikap spiritual. Sebagaimana
dijelaskan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 2
Perbandingan Peningkatan Sikap Spiritual
NO
|
Aspek
Sikap Spiritual
|
Ketuntasan / minimal nilai baik
|
||
Siklus I
|
Siklus II
|
% Peningkatan
|
||
1
|
Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu
kegiatan
|
72%
|
100%
|
28%
|
2
|
Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha
Esa.
|
72%
|
100%
|
28%
|
3
|
Menjalankan ibadah tepat waktu.
|
42%
|
94%
|
53%
|
4
|
Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai
dengan agamanya
|
64%
|
100%
|
36%
|
Sikap Sosial
Perubahan perilaku sikap sosial mengalami
peningkatan ke arah positif. Ketuntasan sikap sosial naik sebesar 12% dari siklus I sebesar 88%
meningkat menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan ini terjadi hampir disemua
aspek sikap sosial. Sebagaimana dijelaskan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 3
Perbandingan Peningkatan Sikap Sosial
NO
|
Aspek
Sikap Sosial
|
Ketuntasan / minimal nilai baik
|
||
Siklus I
|
Siklus II
|
% Peningkatan
|
||
1
|
Jujur
|
83%
|
100%
|
17%
|
2
|
Disiplin
|
94%
|
100%
|
6%
|
3
|
Tanggung Jawab
|
94%
|
100%
|
6%
|
4
|
Percaya Diri
|
81%
|
100%
|
19%
|
Rata-rata
|
88%
|
100%
|
12%
|
|
Peningkatan Hasil Belajar Aspek Pengetahuan
Peningkatan hasil belajar aspek
pengetahuan siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan yang positif. Hasil
peningkatan prosentase ketuntasan meningkat 13,89 dari tahap siklus I 69,44% menjadi 83,33% pada siklus II dan
termasuk kategori baik.
Peningkatan Hasil Belajar Aspek Ketrampilan
Peningkatan hasil belajar aspek
ketrampilan membaca maupun menulis Al-Qur’an Surah Al-Kafirun siklus I dan
siklus II menunjukkan peningkatan yang positif. Hasil peningkatan prosentase
ketuntasan meningkat 5,56 % dari tahap
siklus I 72,22% menjadi 77,78% pada
siklus II dan termasuk kategori baik.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan
sebagai berikut : (1) Proses pembelajaran materi Al-Qur’an Surah Al-Kafirun
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match pada tiap siklus mengalami
peningkatan ke arah positif. (2) Perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap
sosial setelah mengikuti pembelajaran materi Al-Qur’an
Surah Al-Kafirun
menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share juga mengalami perubahan yang positif. Terjadi peningkatan pada semua aspek perilaku
sikap sosial yaitu perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab dan percaya diri.
(3) Peningkatan hasil belajar aspek pengetahuan materi Al-Qur’an Surah Al-kafirun setelah menggunakan
metode pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share
dipadukan dengan Make A Macth
menunjukkan peningkatan ke arah positif pada setiap siklusnya. Ketuntasan
belajar secara klasikal meningkat dari siklus I sebesar 69,44% menjadi 83,33%
pada siklus II. Nilai rata-rata klasikal juga mengalami peningkatan dari siklus
I sebesar 75,28 menjadi 86,44 pada siklus II. (4) Peningkatan hasil belajar aspek ketrampilan materi Al-Qur’an surah
Al-Kafirun setelah menggunakan metode pembelajaran
kooperatif Think-Pair-Share
dipadukan dengan Make A Macth
menunjukkan peningkatan ke arah positif pada setiap siklusnya baik ketrampilan
membaca maupun menulis Al-Quran.
Saran
Berdasar penelitian model pembelajaran
kooperatif Think Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match dapat meningkatkan kompetensi materi Al-Qur’an Surah
Al-Kafirun maka saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai
berikut : 1). Dalam
menerapkan model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match, guru hendaknya lebih menciptakan suasana
belajar yang aktif dan bisa memberikan motivasi peserta didik pentingnya kerja
sama dalam kelompok. 2). Model pembelajaran kooperatif Think Pair
Share yang dipadukan dengan Make A Match perlu dikembangkan lagi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
selain aspek Al-Quran seperti akidah, akhlak, fiqih/ibadah dan tarikh.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Sani, Ridwan. 2014. Inovasi Pembelajaran.
Jakarta:Bumi Aksara.
Dimyati, Mudjiono. 2010.
Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Etin Solihatin dan Raharjo. 2009. Cooperative
Learning Analisis Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Isjoni. 2010. Cooperative Learning.
Bandung : Alfabeta.
Sudjana, Nana . 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar
Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning
Teori dan Aplikasi PAIKEM. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Warsono dan Hariyanto.
2012. Pembelajaran Aktif. Bandung: Remaja Rosdakarya

No comments:
Post a Comment