Saturday, October 12, 2019

Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share




PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
 THINK PAIR  SHARE DIPADUKAN DENGAN MAKE A MATCH
UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI  MATERI AL-QUR’AN 
SURAH AL-KAFIRUN PADA PESERTA DIDIK KELAS VI B
SD NEGERI DEBONG KIDUL KOTA TEGAL 
SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016


Abstrak : Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran, perubahan perilaku dan hasil belajar materi Al-Quran Surah       Al-Kafirun menggunakan  model pembelajaran kooperatif Think Pair Share dipadukan dengan Make A Match. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran dan perubahan perilaku meningkat ke arah positif. Ketuntasan belajar aspek pengetahuan meningkat menjadi 69,44% pada siklus I dan 83,33% pada siklus kedua. Ketuntasan belajar aspek ketrampilan meningkat menjadi 72,22% pada siklus I dan 77,78% pada siklus kedua.
Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, think pair  share,  make a match, Surah Al-Kafirun


PENDAHULUAN
            Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar merupakan salah satu aspek  mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Diantara materi Al-Qur’an yang dipelajari anak di usia SD kelas VI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kurikulum 2013 adalah materi Al-Qur’an Surah  Al-Kafirun yang menekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan mengartikan surat-surat pendek. Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar di SD Negeri Debong Kidul peserta didik merasa kesulitan memahami kompetensi materi      Al-Qur’an. Hal itu dirasakan peneliti saat mengajar di kelas VI B SD Negeri Debong Kidul Kota Tegal Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016 materi Quran Surah Al-Kafirun. 
Pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik kurang memperhatikan penjelasan guru, bersikap masa bodoh, kurang memiliki motivasi untuk mengikuti pelajaran, dan tampak tidak memahami materi. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi dan kondisi peserta didik.  Kondisi ini menyebabkan hasil belajar peserta didik dalam memahami kompetensi materi Al-Qur’an Surah Al-Kafirun masih sangat rendah dibuktikan dengan nilai tes rata-rata aspek pengetahuan hanya sebesar 62,08 di bawah KKM sebesar 75. Ketuntasan belajar aspek pengetahuan baru mencapai 30,58%. Ketuntasan kemampuan membaca Surah Al-kafirun  sebesar 73,64%, ketuntasan kemampuan menulis Surah Al-kafirun hanya sebesar 69,44% masih kurang dari harapan sebesar 75%..
Model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut, menurut peneliti adalah model pembelajaran kooperatif Think  Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match. Penggabungan kedua model pembelajaran kooperatif ini perlu dilakukan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, mengurangi tingkat kejenuhan dan mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran yang akhirnya  dapat meningkatkan pemahaman kompetensi  materi Al-Quran  Surah              Al-Kafirun. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif  Think Pair  Share dipadukan dengan Make A Match Untuk Meningkatkan Kompetensi  Materi Al-Quran  Surah   Al-Kafirun Pada Peserta Didik Kelas VI B SD Negeri Debong Kidul Kota Tegal  Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016”
Rumusan masalah dalam penelitian ini :  1) Bagaimana peningkatan proses pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match  2) Bagaimana perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap sosial setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match   3) Bagaimana peningkatan hasil belajar aspek pengetahuan materi      Al-Qur’an  Surah    Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match  4) Bagaimana peningkatan hasil belajar aspek ketrampilan  membaca dan menulis  Al-Qur’an  Surah Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match.
Adapaun tujuan penelitian ini untuk 1) mendeskripsikan peningkatan proses pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match  2) mendeskripsikan perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap sosial setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match   3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar aspek pengetahuan materi  Al-Qur’an  Surah    Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match  4) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar aspek ketrampilan  membaca dan menulis  Al-Qur’an  Surah Al-Kafirun setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk membantu guru memperbaiki metode pembelajaran khususnya bagi guru PAI, membantu peserta didik dalam memahami materi yang akan berdampak pada peningkatan hasil belajar sehingga meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.

LANDASAN TEORITIS
Pembelajaran Kooperatif
            Pembelajaran kooperatif menurut Slavin (1984) sebagaimana dikutip Etin Solihatin dan Raharjo (2009:4) adalah suatu model pembelajaran dimana peserta didik belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Keberhasilan belajar dari kelompok tergantung pada kemampuan dan aktivitas kelompok, baik secara individual maupun secara kelompok     
                        Agus Suprijono (2010:54-55) mendefinisikan pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud. Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir tugas.
            Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada kerja sama peserta didik dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, dimana sebagian besar aktifitas belajar berpusat pada peserta didik,  guru sebagai fasilitator memberikan penguatan terhadap hasil kerja kelompok.
Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share
Warsono (2012: 202) mendefinisikan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share  berarti berfikir-berpasangan-berbagi semula dikembangkan oleh Frank Lyman, juga oleh Spencer Kagan bersama Jack Hassard. Menurut Isjoni (2010: 78) menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif Think Pair Share memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Keunggulan teknik ini adalah optimalisasi partisipasi siswa, yaitu memberi kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk dikenali dan menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain.
Langkah-Langkah Metode Think-Pair-Share sebagai berikut :1)  Thinking (berfikir) ; guru mengajukan suatu pertanyaan atau permasalahan yang dikaitkan dengan materi peserta didik memikirkan jawabannya secara mandiri, 2) Pairing
(Berpasangan) ; guru meminta  peserta didik untuk berpasangan menyampaikan ide atau gagasannya atas permasalahan yang ada, 3) Sharing (berbagi) secara kelompok peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kepada kelompok lain.
Model Pembelajaran Kooperatif  Make A Macth
Make A Match menurut Ridwan Abdullah (2014:196) merupakan metode pembelajaran mencari pasangan yang dilakukan oleh dua orang anggota. Masing-masing anggota kelompok tidak diketahui sebelumnya, tetapi dicari berdasarkan persamaan pasangan soal dan jawaban. Peserta didik yang mendapat soal mencari peserta didik yang mendapat jawaban yang cocok, demikian pula sebaiknya. Metode ini dapat digunakan untuk membangkitkan aktivitas peserta didik belajar dan cocok digunakan dalam permainan.
Metode pembelajaran Make A Match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Model Make A Match ini sangat efektif membantu siswa dalam memahami materi melalui permainan mencari kartu jawaban dan pertanyaan, sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan.
Langkah-langkah metode Make A Match menurut Ridwan Abdullah (2014:196) sebagai berikut : 1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang telah dibahas sebelumnya. Kartu yang dibuat terdiri dari dua bagian, yakni kartu soal dan kartu jawaban, 2) Setiap peserta didik mendapat satu buah kartu, ada yang memperoleh kartu soal dan ada yang memperoleh kartu jawaban, 3) Peserta didik yang memperoleh kartu soal memikirkan jawaban dari kartu yang dipegang, sedangkan yang memperoleh kartu jawaban memikirkan soal yang relevan, 4) Peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya, 5) Guru memberikan penghargaan pada kelompok-kelompok yang memiliki nilai tinggi.

Hasil Belajar
Menurut Nana Sudjana (2010:22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya.  Jadi, hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan dan perubahan sikap atau tingkah laku yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran melalui kegiatan belajar yang ditunjukkan dengan tes atau nilai yang diberikan oleh guru.
Sejalan dengan pengertian di atas Dimyati dan Mudjiono (2010:3) menambahkan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar.
Kerangka Berfikir
Pembelajaran PAI  pada materi Al-Quran Surah Al-Kafirun di SD Negeri Debong Kidul dilakukan dengan metode ceramah biasa dan langsung mengerjakan soal di LKS. Pembelajaran belum menggunakan model pembelajaran yang menarik bagi siswa yang menyebabkan hasil belajar sangat rendah. Penerapan model pembelajaran kooperatif  Think Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match dapat merangsang keingintahuan peserta didik memahami materi. Diharapkan peserta didik dapat tertarik dan tidak cepat bosan. Dengan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran maka materi akan mudah dipahami. Hal ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar peserta didik baik aspek pengetahuan maupun ketrampilan.
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berfikir diatas, maka hipotesis tindakannya adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif  Think Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match dapat meningkatkan sikap, pengetahuan dan ketrampilan materi Al-Qur’an Surah Al-Kafirun pada peserta didik kelas VI B SD Negeri Debong Kidul Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Debong Kidul Kota Tegal selama tiga bulan. Dengan rincian kegiatan dimulai dari persiapan penyusunan proposal tanggal 1 – 31 Juli 2015, Penyusunan instrumen tanggal 1 - 15 Agustus 2015, Pra Siklus 13 Agustus 2015, Pelaksanaan Siklus I tanggal 20 Agustus 2015, 27 Agustus 2015 dan 3 September 2015. Pelaksanaan siklus II tanggal 12, 17, 23 September 2015.
Subyek penelitian adalah peserta  didik kelas VI B SD Negeri Debong Kidul Kota Tegal, semester I tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah peserta  didik 36 orang.
Prosedur Peneltian
            Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi..
            Pada siklus I, tahap perencanaan meliputi menyiapkan materi, RPP, media pembelajaran berupa kartu soal dan kartu jawaban, instrumen, lembar penilian dan kriterianya. Tahap tindakan yaitu melaksanakan proses pembelajaran materi  Al-Qur’an Surah Al-Kafirun menggunakan  model pembelajaran kooperatif  Think Pair Share yang dipadukan dengan Make A Match. Tahap pengamatan yaitu melakukan pengamatan untuk memperoleh data tentang segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran maupun perilaku peserta didik. Tahap refleksi bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kendala yang dihadapi berdasarkan temuan yang ada selama proses pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi materi Qur’an Surah Al-Kafirun.
Pada siklus II, perencanaan adalah menyempurnakan dari perencanaan siklus I yang meliputi menyiapkan materi, RPP, media pembelajaran berupa kartu soal dan kartu jawaban, instrumen, lembar penilian dan kriterianya. Tahap tindakan pada siklus II sesuai dengan rencana yang disiapkan untuk memperbaiki tindakan sebelumnya. Tindakan pada siklus II tetap menggunakan model pembelajaran yang sama dengan sub materi yang berbeda dengan siklus I terdiri dari tiga pertemuan. Tahap pengamatan untuk mengetahui segala peristiwa yang berhubungan dengan peningkatan proses pembelajaran maupun perubahan perilaku peserta didik dari siklus I. Tahap refleksi dilakukan untuk menganalisis hasil tes kompetensi materi Qur’an Surah Al-Kafirun dan hasil nontes yang dilakukan pada siklus II.
Teknik pengumpulan data yang digunakan berbentuk tes dan non tes. Teknis tes digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam memahami kompetensi materi Qur’an Surah Al-Kafirun. Teknis tes menggunakan tes tertulis dan unjuk kerja. Sedangkan non tes berupa lembar observasi, lembar jurnal, lembar wawancara dan lembar dokumentasi foto yang digunakan untuk mengungkapkan peningkatan proses pembelajaran dan perubahan perilaku peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk kualitatif dengan metode pemaparan secara deskriptif komparatif, yaitu mendeskripsikan semua temuan dalam penelitian disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisa secara sederhana dengan skala prosentase.
Indikator Keberhasilan
Indikator kinerja penelitian ini adalah: 1) adanya peningkatan perolehan nilai rata-rata kelas minimal rata-rata 75,00. 2) ketuntasan minimal (KKM) dari yang lulus KKM 75 sebanyak 75%, 3) tingkat keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran minimal mencapai 75%.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian Siklus I
Peningkatan Proses Pembelajaran
Peningkatan proses pembelajaran siklus I yang dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif  Think-Pair-Share dipadukan  dengan Make A Macth  belum menunjukkan hasil yang baik. Hal ini terlihat dari masih ada beberapa peserta didik yang belum siap mengikuti pembelajaran, ngobrol dengan teman sebangku, saat diskusi beberapa peserta didik hanya menonton tanpa melibatkan diri secara aktif, ketika memberikan tanggapan menunggu perintah dari guru. Hal ini dibuktikan dengan data hasil pengamatan proses pembelajaran siklus I menunjukkan aspek minat dan antusias peserta didik sebesar 58,33%, aspek kekondusifan penjelasan guru dalam proses pembelajaran  sebesar 59,72%, aspek intensifnya Keintesifan pelaksanaan diskusi kelompok didampingi guru   sebesar 63,19%, aspek kekondusifan peserta didik saat presentasi dan menanggapi hasil diskusi  sebesar 54,17% dan aspek terbangunnya suasana reflektif  sebesar 69,44%. Skor rata-rata aspek dalam proses pembelajaran sebesar 60,97% termasuk kategori cukup.
Perubahan Perilaku Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial
Perilaku sikap spiritual
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap spiritual pada silus I berdasar data pengamatan menunjukkan  ketuntasan sebesar 63% dengan perincian jumlah peserta didik yang mendapat nilai baik untuk sikap berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu kegiatan sebesar sebanyak  72%, sikap bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa  sebesar  72%, sikap menjalankan ibadah tepat waktu sebesar 42%, sikap menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya sebesar 64%.
Perilaku Sikap Sosial
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap sosial pada siklus I berdasar data pengamatan menunjukkan  ketuntasan sebesar 88% dengan perincian jumlah peserta didik yang mendapat nilai baik untuk sikap jujur  sebesar 83%, sikap disiplin sebesar 94%, sikap tanggung jawab sebesar 94%, sikap percaya diri  sebesar  81%.
Peningkatan Hasil Belajar Aspek Pengetahuan 
Hasil belajar aspek pengetahuan materi Al-Quran Surah Al-Kafirun nilai rata-rata sebesar  75,28 dengan nilai terendah 40 dan tertinggi adalah 80. Sebanyak 11 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan 21 peserta didik berhasil mencapai KKM.  Ketuntasan klasikal siklus I untuk aspek pengetahuan adalah 69,44%.
Peningkatan Hasil Belajar Aspek Ketrampilan 
Ketrampilan Membaca  dan Menulis Al-Qur’an Surah  Al-Kafirun
Ketuntasan hasil belajar siklus I aspek ketrampilan menunjukkan rata-rata klasikal  sebesar 77,08 dengan nilai terendah 60 dan tertinggi adalah 90. Sebanyak 10 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan 26 peserta didik berhasil mencapai KKM.  Ketuntasan klasikal siklus I untuk aspek ketrampilan  adalah 77,22%
Hasil penelitian Siklus II
Peningkatan  Proses Pembelajaran Siklus II
            Peningkatan proses pembelajaran siklus II yang dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif  Think-Pair-Share dipadukan  dengan Make A Macth  sudah menunjukkan hasil yang sangat baik. Hal ini karena peneliti sudah melakukan perbaikan proses pembelajaran pada siklus II diantaranya memberikan reward bintang bagi peserta didik atau kelompok yang terlibat aktif mengikuti pembelajaran, menyiapkan psikologis peserta didik sebelum pembelajaran dan menyiapkan sarana prasarana yang mendukung.
Berdasar hasil pengamatan diperoleh data peningkatan proses pembelajaran untuk aspek keantusiasan dan minat peserta didik mengikuti pembelajaran sebesar 87.50%, aspek Kekondusifan penjelasan guru dalam proses pembelajaran sebesar 86.80%, aspek keintesifan pelaksanaan diskusi kelompok didampingi guru sebesar 86.81%, aspek kekondusifan peserta didik saat presentasi dan  menanggapi hasil diskusi sebesar 86,81% dan aspek terbangunnya suasana reflektif sebesar 83.33%.. Skor rata-rata peningkatan dalam proses pembelajaran adalah 86,25% masuk kategori sangat baik.
Perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap sosial.
Sikap Spiritual
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap spiritual pada siklus II berdasarkan data pengamatan menunjukkan peningkatan ke arah positif. Ketuntasan sikap spiritual naik dari siklus I sebesar 63% menjadi 99% pada siklus II, dengan perincian jumlah peserta didik yang mendapat nilai baik untuk sikap Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu kegiatan sebesar sebanyak  36 orang atau 100%, sikap bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa sebanyak 36 orang atau 100%, sikap menjalankan ibadah tepat waktu sebanyak 34 orang atau 94%, sikap menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya sebanyak 36 atau 100%.
Sikap Sosial
Hasil penelitian terhadap perubahan perilaku sikap sosial pada siklus II berdasarkan data pengamatan menunjukkan peningkatan ke arah positif. Ketuntasan sikap sosial naik dari siklus I sebesar 88% menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan pada semua aspek sikap sosial yaitu sikap jujur, sikap disiplin, sikap tanggung jawab dan sikap percaya diri.
Peningkatan Hasil Belajar Aspek Pengetahuan 
Nilai rata-rata hasil belajar siklus II aspek pengetahuan adalah 88,64 dengan nilai terendah 50 dan tertinggi adalah 80. Sebanyak 6 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan 30 peserta didik berhasil mencapai KKM.  Ketuntasan klasikal siklus II untuk aspek pengetahuan adalah 83,33%.
Peningkatan Hasil Belajar Aspek Ketrampilan 
Ketrampilan Membaca Al-Qur’an Surah    Al-Kafirun
Ketuntasan hasil belajar siklus II aspek ketrampilan membaca menunjukkan rata-rata hasil belajar klasikal  adalah 81,75 dengan nilai terendah 65 dan tertinggi adalah 90. Sebanyak 8 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan 28 peserta didik berhasil mencapai KKM.  Ketuntasan klasikal siklus II  untuk aspek ketrampilan membaca  adalah 77,78%
Ketrampilan Menulis  Al-Qur’an Surah   Al-Kafirun
Ketuntasan hasil belajar siklus II aspek ketrampilan menulis menunjukkan rata-rata hasil belajar klasikal  adalah 77,47 dengan nilai terendah 60 dan tertinggi adalah 90. Sebanyak 8 peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan 28 peserta didik berhasil mencapai KKM.  Ketuntasan klasikal prasiklu untuk aspek ketrampilan menulis  adalah 77,78%
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Peningkatan  Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran siklus I dan siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata pencapaian aspek pada proses pembelajaran ini naik 22,50% dari 60,97% pada siklus I menjadi 83,47% pada siklus II dan masuk kategori baik. Peningkatan terjadi pada semua aspek proses pembelajaran.
Tabel 1
Peningkatan Proses Pembelajaran Siklus I dan Siklus II

NO
Aspek
Siklus I (%)
Siklus II (%)
Peningkatan
1
Keantusiasan dan minat Peserta didik mengikuti pembelajaran
58,33%
87,50%
29,17%
2
Kekondusifan penjelasan guru dalam proses pembelajaran
59,72%
86,80%
27,08%
3
Keintensifan pelaksanaan diskusi kelompok didampingi guru
63,19%
86,81%
23,61%
4
Kondusifan peserta didik saat presentasi  dan menanggapi hasil diskusi
54,17%
86,81%
32,64%
5
Terbangunnya suasana reflektif
69,44%
83,33%
13,89%
Rata-Rata
60,97%
86,25%
25,28%
Keterangan :
Sangat baik     : 86% - 100%
Baik                 : 71% - 85%
Cukup             : 56% - 70%
Kurang                        : 0%   - 55%

Perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap sosialSikap Spiritual
Perubahan perilaku sikap spiritual mengalami peningkatan ke arah positif. Ketuntasan sikap spiritual naik sebesar 36% dari siklus I sebesar 63% meningkat menjadi 99% pada siklus II. Peningkatan ini terjadi hampir disemua aspek sikap spiritual. Sebagaimana dijelaskan dalam tabel di bawah ini.


Tabel 2
Perbandingan Peningkatan Sikap Spiritual
NO
Aspek  Sikap Spiritual
Ketuntasan / minimal nilai baik
Siklus I
Siklus II
% Peningkatan
1
Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu kegiatan
72%
100%
28%
2
Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
72%
100%
28%
3
Menjalankan ibadah tepat waktu.
42%
94%
53%
4
Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya
64%
100%
36%
Sikap Sosial
Perubahan perilaku sikap sosial mengalami peningkatan ke arah positif. Ketuntasan sikap sosial  naik sebesar 12% dari siklus I sebesar 88% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan ini terjadi hampir disemua aspek sikap sosial. Sebagaimana dijelaskan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 3
Perbandingan Peningkatan Sikap Sosial
NO
Aspek  Sikap Sosial
Ketuntasan / minimal nilai baik
Siklus I
Siklus II
% Peningkatan
1
Jujur
83%
100%
17%
2
Disiplin
94%
100%
6%
3
Tanggung Jawab
94%
100%
6%
4
Percaya Diri
81%
100%
19%
Rata-rata
88%
100%
12%

Peningkatan Hasil Belajar Aspek Pengetahuan 
Peningkatan hasil belajar aspek pengetahuan siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan yang positif. Hasil peningkatan prosentase ketuntasan meningkat 13,89 dari tahap siklus I  69,44% menjadi 83,33% pada siklus II dan termasuk kategori baik.

Peningkatan Hasil Belajar Aspek Ketrampilan 
Peningkatan hasil belajar aspek ketrampilan membaca maupun menulis Al-Qur’an Surah Al-Kafirun siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan yang positif. Hasil peningkatan prosentase ketuntasan meningkat 5,56 %  dari tahap siklus I  72,22% menjadi 77,78% pada siklus II dan termasuk kategori baik.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Proses pembelajaran materi Al-Qur’an Surah Al-Kafirun dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match  pada tiap siklus mengalami peningkatan ke arah positif. (2) Perubahan perilaku sikap spiritual dan sikap sosial setelah mengikuti pembelajaran materi  Al-Qur’an  Surah Al-Kafirun  menggunakan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share juga mengalami perubahan yang positif.  Terjadi peningkatan pada semua aspek perilaku sikap sosial yaitu perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab dan percaya diri. (3) Peningkatan hasil belajar aspek pengetahuan materi Al-Qur’an Surah Al-kafirun setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif  Think-Pair-Share dipadukan  dengan Make A Macth menunjukkan peningkatan ke arah positif pada setiap siklusnya. Ketuntasan belajar secara  klasikal meningkat  dari siklus I sebesar 69,44% menjadi 83,33% pada siklus II. Nilai rata-rata klasikal juga mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 75,28 menjadi 86,44 pada siklus II. (4) Peningkatan hasil belajar aspek ketrampilan  materi Al-Qur’an  surah    Al-Kafirun setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif  Think-Pair-Share dipadukan  dengan Make A Macth menunjukkan peningkatan ke arah positif pada setiap siklusnya baik ketrampilan membaca maupun menulis Al-Quran.
Saran
Berdasar penelitian model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match dapat meningkatkan kompetensi materi         Al-Qur’an  Surah  Al-Kafirun maka saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut : 1). Dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match, guru hendaknya lebih menciptakan suasana belajar yang aktif dan bisa memberikan motivasi peserta didik pentingnya kerja sama dalam kelompok. 2). Model pembelajaran kooperatif  Think Pair  Share yang dipadukan dengan Make A Match perlu dikembangkan lagi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam selain aspek Al-Quran seperti akidah, akhlak, fiqih/ibadah dan tarikh.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Sani, Ridwan. 2014. Inovasi Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara.
Dimyati, Mudjiono. 2010. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Etin Solihatin dan Raharjo. 2009. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Isjoni. 2010. Cooperative Learning. Bandung : Alfabeta.
Sudjana, Nana . 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Warsono dan Hariyanto. 2012. Pembelajaran Aktif. Bandung: Remaja Rosdakarya

No comments:

Post a Comment